Serambinusa.com, SRAGEN — Ratusan siswa, khususnya Kelas XII SMA Unggulan Rushd Masaran, Sragen, dibekali strategi khusus untuk menembus perguruan tinggi luar negeri (PTLN). Pembekalan tersebut dikemas dalam seminar dan lokakarya bertajuk Changemakers Fest X Beasiswa Garuda yang digelar di aula sekolah setempat, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan yang turut dihadiri para pelajar SMA asal Solo dan Sragen ini menghadirkan Head of Scholarship Division LPDP Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Ratna Prabandari, sebagai narasumber utama. Tak hanya itu, pihak sekolah juga menggandeng jejaring perwakilan lembaga pendidikan serta konsultan internasional bereputasi tinggi.
Para peserta berkesempatan berinteraksi langsung dalam sesi exhibition dan workshop bersama perwakilan The Hongkong, Belt and Road Chinese Center, IDP Education, AS Student selaku konsultan pendidikan, hingga perwakilan Deakin University Lancaster University Indonesia. Sesi ini memberikan konsultasi komprehensif mengenai tata cara pendaftaran, persyaratan bahasa, hingga pemetaan karier di masa depan.
Dorong Kesiapan Hadapi Era AI
Koordinator Acara sekaligus Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMA Unggulan Rushd Sragen, Ika Nurul Indah Sari, menerangkan bahwa agenda ini dirancang untuk membuka wawasan para siswa bahwa proses belajar dapat dilakukan di mana saja.
“Dengan menghadirkan narasumber berkompeten, anak-anak tidak hanya bermimpi tetapi mendapat peluang untuk bisa kuliah di perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri. Orang tua dihadirkan untuk mendukung anak-anak mereka meraih mimpi sehingga menjadisatu vsi,” jelas dia.
Ika mengungkapkan, dari 42 lulusan angkatan pertama, sebanyak 15 siswa di antaranya berhasil menembus kampus luar negeri, seperti di Thailand dan Singapura. Sementara pada angkatan kedua yang berjumlah 103 siswa, ada 49 orang yang berminat melanjutkan studi ke PTLN. Kesiapan tersebut bahkan telah dipupuk sejak mereka duduk di Kelas X.
Di sisi lain, Head of Scholarship Division LPDP Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Ratna Prabandari, memaparkan tren pekerjaan masa depan yang berpotensi bertahan dari ancaman disrupsi kecerdasan buatan (AI). Ia mengarahkan para pelajar agar cermat memilih bidang keahlian yang relevan dengan perkembangan zaman.
Ia menerangkan bahwa tren bisnis terbesar di Indonesia saat ini masih berpusat pada teknologi AI dan pemrosesan informasi, termasuk big data. Beberapa profesi diprediksi tergerus, sedangkan sektor seperti ahli industri dan produksi, akuntan, auditor, hingga ahli lingkungan diperkirakan tetap stabil.
“Mau jadi profesi umum atau spesialis. Pekerjaan yang tidak dibayangkan seperti sustainable specialist,” jelas dia.

Leave a Reply