Pembibitan Tinju, Seratusan Atlet Muda Berlaga di GOR Berma Pajang Solo

Pembibitan Tinju, Seratusan Atlet Muda Berlaga di GOR Berma Pajang Solo
Dua atlet beradu dalam laga tinju kolaborasi ATI Jateng dengan Sowag dan Shaduk Jotos Solo di GOR Berma Laweyan, Solo, pada Sabtu (4/4/2026). (Istimewa/ATI Jateng)

Serambinusa.com, SOLO – Kota Solo kembali menggeliatkan persemaian atlet muda cabang olahraga tinju setelah sempat vakum beberapa waktu. Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) Jawa Tengah berkolaborasi dengan Solo Wani Gelut (Sowag) dan Shaduk Jotos kompetisi tinju di GOR Berma, Pajang, Laweyan, Solo, Sabtu (4/4/2026) malam.

Ajang ini menjadi misi besar DPW ATI Jawa Tengah dalam memetakan potensi dan memulai regenerasi atlet dari level amatir menuju profesional secara serius dan berkelanjutan. Puncak ajang pada Sabtu malam tersebut ditandai dengan duel panas antara Faisol Rexy Akbar melawan Ade Chihuahua.

Ketua DPW ATI Jawa Tengah, Asri Purwanti, mengungkapkan ajang ini merupakan langkah cepat organisasinya untuk menghidupkan kembali pembibitan atlet muda dengan fokus utama menghidupkan kembali jalur pembinaan yang sistematis dan berjenjang bagi para petarung muda agar tidak hanya berhenti di level hobi.

​”ATI hadir untuk menjembatani atlet amatir agar bisa naik kelas ke level profesional. Kami ingin Solo kembali dikenal sebagai kota yang melahirkan petinju berkualitas,” kata Asri melalui keterangan tertulis yang diterima Espos, Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, panggung kolaborasi dengan Sowag dan Shaduk Jotos adalah momentum penting bagi atlet muda di Solo dan sekitarnya untuk unjuk gigi. Apalagi mengingat olahraga tinju memiliki prospek karier yang jelas jika ditekuni dengan serius hingga ke jenjang profesional.

Partisipan

Semangat pembibitan ini juga tampak disambut para atlet jika dilihat dari jumlah partisipan. Promotor event, Nyonyo, menyebut sekitar seratusan atlet muda dari berbagai sasana di Jawa Tengah turut berpartisipasi dalam ajang tersebut. Para atlet terbagi dalam berbagai kategori usia, mulai dari level pelajar hingga petarung senior.

Adapun kategori yang digelar di antaranya, laga amatir yang diikuti oleh 50 partai yang terdiri dari 100 atlet. Selain itu juga ada laga influencer yang diikuti oleh lima partai yang terdiri dari 10 atlet, serta laga juara yang diikuti satu partai dengan dua atlet profesional.

“Antusiasme komunitas boxing dan kickboxing Soloraya sangat luar biasa. Mereka haus akan panggung kompetitif untuk mengasah kemampuan,” kata Nyonyo.

Penyelenggara yang berkolaborasi berharap dengan adanya ajang ini menjadi tempat pembelajaran yang luas bagi atlet muda karena selain bertarung dengan sasana lain, mereka juga melihat bagaimana para profesional bertarung langsung di ring.

Di saat yang bersamaan atlet profesional diharapkan mampu memberi motivasi bagi atlet amatir yang masih muda. “Dengan begitu, kami semua berharap akan muncul talenta baru yang siap bersaing di kancah nasional maupun internasional dari Solo dan sekitarnya,” tutupnya.

Leave a Reply