PCNU Karanganyar Tegaskan Solid dan Tak Terpengaruh Dinamika Pusat

PCNU Karanganyar Tegaskan Solid dan Tak Terpengaruh Dinamika Pusat
PCNU Karanganyar menggelar halalbihalal di Gedung Wanita pada Minggu (26/4/2026). (Daerah/Indah Septiyaning Wardani)

Serambinusa.com, KARANGANYAR — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karanganyar menegaskan tetap solid di tengah dinamika yang terjadi di tingkat pusat.

Warga Nahdliyin juga diminta tetap rukun dan tidak terpengaruh gejolak internal organisasi di level nasional. Hal itu disampaikan Ketua PCNU Karanganyar, Nuril Huda, dalam acara halalbihalal warga NU di Gedung Kebudayaan Karanganyar, Minggu (26/4/2026).

Acara tersebut dihadiri ratusan pengurus dan warga NU dari berbagai tingkatan. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan halalbihalal.

Nuril menegaskan kondisi internal NU di daerahnya tetap kondusif. Ia menyebut, meskipun sempat muncul dinamika di tingkat pusat, hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap persatuan warga Nahdliyin di Karanganyar.

“Kondisi hati sedang bagus. Ini momentum untuk menyatukan kembali agar semakin mantap persatuannya. Kita tidak pernah benar-benar terpecah,” ujarnya di sela acara.

Menurutnya, jika pun sempat muncul kebingungan di kalangan warga Nahdliyin, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Namun budaya komunikasi dan konsultasi kepada para kiai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas organisasi di tingkat akar rumput.

Nuril menilai dinamika di tingkat pusat justru bisa menjadi bahan refleksi bagi seluruh elemen NU. Ia mengajak warga Nahdliyin untuk mengambil hikmah dari setiap peristiwa sekaligus memperkuat komitmen menjaga persatuan.

“Kita yakini ini bagian dari proses pendewasaan. Yang baik kita lanjutkan, yang tidak baik kita hentikan agar tidak menjadi kebiasaan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa NU di daerah memiliki tanggung jawab besar untuk tetap fokus pada penguatan peran sosial di tengah masyarakat, bukan larut dalam polemik.

“Tugas kita adalah nyengkuyung kemajuan daerah bersama elemen masyarakat lainnya,” imbuhnya.

Selain isu internal organisasi, Nuril juga menyinggung posisi NU terhadap dinamika politik, termasuk gelaran Muscab Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Karanganyar yang secara historis memiliki kedekatan dengan NU.

Ia menegaskan secara organisatoris NU saat ini mengambil posisi menjaga jarak yang sama dengan seluruh partai politik.

“NU tidak terikat dengan partai politik mana pun. Kita menjaga jarak yang sama, tetapi tetap membuka ruang komunikasi dan kerja sama untuk kepentingan umat,” katanya.

Sementara itu, tokoh NU yang juga mantan Wakil Bupati Karanganyar, Paryono, menilai kegiatan halalbihalal memiliki makna penting dalam menjaga kohesi sosial warga Nahdliyin.

Tradisi tersebut, menurutnya, bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai kebersamaan.

“Halalbihalal ini mengingatkan kita bahwa manusia tidak lepas dari salah. Di sinilah kita saling memaafkan dan memperbaiki hubungan,” katanya.

Ia menambahkan melalui kegiatan seperti ini NU terus menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi yang dekat dengan masyarakat dan aktif membangun komunikasi sosial.

“NU hadir tidak hanya untuk internal, tetapi juga untuk masyarakat luas,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karanganyar Rober Christanto yang turut hadir mengapresiasi peran NU dalam menjaga stabilitas sosial di daerah. Ia menyebut NU sebagai salah satu pilar penting dalam mempersatukan masyarakat.

“NU ini kekuatan besar dalam mempersatukan masyarakat. Halalbihalal seperti ini harus terus dijaga karena menjadi budaya yang baik,” katanya.

Rober juga mendorong agar warga NU tidak hanya memperkuat persatuan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan, salah satunya melalui gerakan ketahanan pangan.

Ia mengajak warga Nahdliyin untuk mulai membudayakan menanam, termasuk komoditas sederhana seperti cabai, sebagai langkah konkret mendukung kemandirian pangan.

“Kalau dilakukan bersama-sama, dampaknya besar. Ini bagian dari kontribusi nyata untuk masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan seperti NU menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan daerah.

Leave a Reply