Serambinusa.com, PURWOKERTO-Sebanyak 29 wisudawan dan wisudawati Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto dinyatakan kompeten dan memperoleh sertifikasi kompetensi yang disahkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Sertifikasi tersebut menjadi bekal tambahan bagi para lulusan untuk memperkuat profesionalisme dan kesiapan memasuki dunia kerja maupun berkarya di masyarakat. Sebanyak 29 wisudawan tersebut sebelumnya mengikuti uji kompetensi atau asesi di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 UIN Saizu.
Mereka dinyatakan kompeten sesuai dengan skema sertifikasi yang telah diujikan dan disahkan oleh BNSP. Dari 29 wisudawan tersebut, sebanyak 15 orang berasal dari Wisuda Angkatan ke-72, sedangkan 14 orang berasal dari Wisuda Angkatan ke-73.
Direktur LSP UIN Saizu Purwokerto Miftaakhul Amri menyampaikan sertifikasi yang diperoleh mencakup berbagai bidang kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan bidang keilmuan lulusan. Pihaknya mengapresiasi para wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan sekaligus memperoleh sertifikat kompetensi BNSP.
“Selamat kepada Wisudawan dan Wisudawati UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan memperoleh Sertifikat Kompetensi BNSP,” ujar Miftaakhul.
Menurutnya, sertifikasi kompetensi dapat menjadi bukti tambahan atas kemampuan yang dimiliki lulusan. Sertifikasi juga diharapkan meningkatkan kepercayaan diri para lulusan dalam menghadapi dunia profesional.
“Semoga sertifikasi kompetensi yang diraih menjadi bukti profesionalisme, penguat kepercayaan diri, dan bekal untuk meraih kesuksesan di dunia kerja maupun dalam berkarya di masyarakat,” lanjutnya.
Pesan mengenai pentingnya kompetensi dan kontribusi lulusan juga disampaikan Ketua Senat UIN Saizu Purwokerto, Prof. Abdul Wachid, dalam rangkaian wisuda. Ia mengingatkan para lulusan agar tidak menjadikan ijazah dan gelar sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
“Gelar membuat saudara diakui sebagai lulusan, kompetensi membuat saudara dipercaya, integritas membuat saudara dihormati, dan manfaat membuat kehadiran saudara berarti,” pesan Prof. Abdul Wachid.
Menurutnya, ilmu dan kemampuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan perlu diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata. Para lulusan diharapkan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan makna sertifikasi kompetensi yang diperoleh 29 wisudawan. Selain menyelesaikan pendidikan akademik, mereka memiliki pengakuan kompetensi pada bidang tertentu yang dapat menjadi bekal dalam menjalankan peran profesional.
Ke-29 wisudawan mengikuti 10 skema sertifikasi, baik dalam bentuk okupasi maupun klaster. Skema dengan jumlah peserta terbanyak adalah Klaster Penyaluran Pinjaman Pembiayaan Syariah dan Klaster Pelaksanaan Pembelajaran SDM, masing-masing diikuti lima orang.
Selanjutnya, Okupasi Analis Kebijakan Publik diikuti empat orang. Masing-masing tiga orang mengikuti Okupasi Pendampingan UMKM Madya Spesialis Bidang Manajemen Pemasaran dan Okupasi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat.
Adapun Okupasi Trainer, Okupasi Funding Sales Representative, dan Okupasi Public Relation Officer masing-masing diikuti dua orang. Sementara itu, masing-masing satu orang mengikuti Klaster Pengembangan Perilaku yang Terkait Orang Lain (Softskill) dan Klaster Pelaksanaan Pendaftaran Cagar Budaya.
Dengan sertifikasi tersebut, para wisudawan dinyatakan memiliki kompetensi sesuai skema yang telah diujikan oleh LSP P1 UIN Saizu dan disahkan oleh BNSP. Pengakuan ini menjadi nilai tambah bagi lulusan dalam membangun kepercayaan di dunia profesional.
Raihan sertifikasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Wisuda Sarjana ke-72, Magister ke-36, Doktor ke-15, serta Wisuda Sarjana ke-73 UIN Saizu Tahun 2026 yang berlangsung pada Selasa–Rabu (1–2/9/2026) di Auditorium Utama UIN Saizu Purwokerto.
Pada rangkaian wisuda tersebut, UIN Saizu meluluskan total 1.394 wisudawan. Di antara ribuan lulusan tersebut, 29 wisudawan yang memperoleh sertifikasi kompetensi BNSP membawa capaian tambahan berupa pengakuan profesional sesuai bidang kompetensi masing-masing.
Prof. Abdul Wachid juga berpesan agar para lulusan menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai sarana untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas.
“Jangan hanya mengejar pekerjaan, bangunlah kemampuan. Jangan hanya mengejar jabatan, bangunlah kepercayaan. Jangan hanya mengejar penghasilan, bangunlah kemanfaatan,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang sarjana tidak berhenti pada gelar yang diperoleh, tetapi juga pada kemampuan, integritas, dan kontribusi yang diberikan setelah kembali ke tengah masyarakat. (NA)

Leave a Reply