Serambinusa.com, BOYOLALI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menetapkan 10 proyek strategis lewat Surat Keputusan (SK) Bupati Boyolali tentang Penetapan Proyek Strategis Kabupaten Boyolali Nomor 100.3.3.2/88 Tahun 2026.
Sepuluh proyek strategis tersebut mulai dari pembangunan Pasar Karanggede hingga pengembangan lingkungan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Simpang Lima Boyolali. Total anggaran yang digelontorkan untuk 10 proyek strategis mencapai Rp67.844.400.000.
Berdasarkan SK bupati yang diakses Espos lewat laman boyolali.go.id pada Minggu (19/4/2026), 10 proyek strategis Kabupaten Boyolali pada 2026 seluruhnya didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Boyolali.
Berikut daftar 10 proyek strategis Pemkab Boyolali dan alokasi anggarannya:
- Pembangunan Pasar Karanggede: Rp26.575.000.000
- Peningkatan Jaringan Irigasi DI Bomati: Rp1.000.000.000
- Pengembangan Lingkungan RTH Simpang Siaga (lanjutan): Rp2.450.000.000
- Revitalisasi RTH Area Kridanggo: Rp2.950.000.000
- Pemeliharaan berkala Jalan Bangak-Sambi: Rp7.500.000.000
- Penataan Jalan Pandanaran: Rp7.500.000.000
- Pembangunan Puskesmas Juwangi: Rp13.034.400.000
- Rehablitasi Ruang Kelas SMP: Rp760.000.000
- Peningkatan Jalan Tegalgiri-Kepoh: Rp5.000.000.000
- Pembangunan Blok Sampah: Rp1.075.000.000
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali, Joko Prasetyo, mengatakan dari 10 proyek strategis Pemkab Boyolali, tiga paket kegiatan dilaksanakan bidang Bina Marga DPUPR Boyolali.
“Sampai dengan saat ini, ketiga paket kegiatan tersebut masih dalam proses review desain serta finalisasi harga satuan pekerjaan,” kata dia kepada Espos. Minggu.
Ia mengatakan awalnya paket penataan Jl Pandanaran direncanakan dimulai pada April. Namun, karena fluktuasi harga material yang belum stabil, kemudian proses pelelangan untuk paket tersebut ditunda sementara hingga harga satuan pekerjaan lebih stabil. “Apabila harga satuan telah stabil, direncanakan proses pelelangan akan dilaksanakan pada pertengahan Mei atau April,” jelas dia.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali, Suraji, mengatakan saat ini proyek yang ditangani DLH seperti RTH Simpang Siaga dan Sono Kridanggo sedang revisi Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hal tersebut karena perlu penyesuaian Standar Harga Satuan (SHS) seusai kenaikan harga produk turunan minyak.
“Kemudian, untuk pembuatan blok sampah TPA Winong masih penyelesaian DED [Detail Engineering Design] dan RAB. Kami sebenarnya ingin secepatnya proyek berjalan, akan tetapi karena banyak komponen pengadaan harganya naik, kami masih menunggu SHS ditetapkan,” kata dia.

Leave a Reply